PERTEMUAN DENGAN MENSOS, BPLS DAN PT. MLJ DI JAKARTA (64)
Diposting oleh : Administrator
Kategori: ISI - Dibaca: 25 kali

Rabu 02 Mei 2007, Seperti yang sudah direncanakan, pagi  itu kami para perwakilan warga 4 desa/kelurahan antara lain H. Joko Suprastowo dan Mas Bambang Sakri dari Siring, Saya dan pak Aschur dari Jatirejo, Pak Asmadi dan Pak Mashuri dari Renokenongo, Gus Im dan Mas Isdiyanto dari Kedungbendo, dengan didampingi kepala desa/kelurahan masing-masing serta Camat Porong Pak Mulyadi dan Camat Tanggulangin Pak Sudarto yang mewakili Bupati  berangkat ke Jakarta untuk memenuhi undangan pertemuan dengan Wakil Ketua Dewan pengarah yang juga Menteri Sosial Pak Bachtiar Chamsyah. Dari Pak Camat Porong, saya dapat informasi bahwa Pak Arly Fauzi Ketua DPRD Sidoarjo juga akan hadir pada pertemuan itu, meskipun beliau tidak berangkat bersama-sama kita.

Di Jakarta kami segera mencari tempat untuk transit di daerah salemba raya dekat kantor Mensos tempat pertemuan akan digelar sore nanti, hal itu penting, sebab kami harus memfinalisasi konsep tuntutan warga 4 desa/kelurahan yang berasal dari usulan perwakilan warga saat rapat tanggal 29 April 2007, serta kami terus melakukan konsolidasi dengan teman-teman yang mengkoordinasi istigotsah di Jalan Raya Siring.

Tepat pukul 16.00 kami menuju ke Kantor Mensos Jl. Salemba raya No. 28, dan kami disambut oleh beberapa pegawai Depsos untuk dipersilahkan masuk ke ruang pertemuan lantai II sambil menunggu undangan yang lain hadir, saat itu juga saya dapat info dari teman-teman bahwa dikantor itu juga hadir perwakilan dari Perumtas, dan saya tidak tahu persis apakah kehadiran mereka juga diundang atau bukan. Tetapi kita semua  tidak mempermasalahkan itu.

Sementara itu up date  di Porong, warga terdampak lumpur dari 4 desa/kelurahan sudah memulai kegiatan istigotsah guna mensupport kami yang di Jakarta, bahkan Jalan Raya Siring mulai di tutup karena banyaknya warga yang datang. Memang ketika rapat tanggal 29 itu, disarankan agar warga membawa perbekalan secukupnya, karena bisa jadi mereka harus bermalam di tempat itu, jika perwakilan warga yang di Jakarta tidak membawa hasil yang signifikan.

Pukul 17.15 rapat dimulai, hadir pada pertemuan itu Mensos, Ketua BPLS, Deputi Bid. Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah BPN RI, Petinggi PT. Minarak Lapindo Jaya,  Ketua DPRD Sidoarjo, Camat Porong dan Tanggulangin, Kepala Desa/Kelurahan 4 Desa/Kelurahan, dan Para Perwakilan Warga 4 desa/kelurahan.

Rapat yang dipimpin oleh Mensos itu berjalan cukup panas dan saling debat hingga pukul 21.30. Meskipun demikian rapat itu menghasilkan risalah yang berisikan 7 point kesepakatan, antara lain tanah yang sudah lolos verifikasi segera dibayarkan mulai tanggal 7 Mei 2007; Petok D,  Leter C dan SK. Gogol  diperlakukan sama dengan Sertifikat dengan syarat adanya Surat pernyataan yang menjamin kebenaran luasan tanah dan disyahkan pemerintah; Luasan bangunan adalah berdasarkan IMB/data ITS/ surat pernyataan warga yang disahkan pemerintah; Akan dilaksanakan pertemuan Mensos dengan Gubernur Jatim, Kapolda, Kajati, Pangdam  untuk merumuskan lebih lanjut istilah “pengesahan oleh pemerintah”, Tim Verifikasi dan notaris diperbanyak yang efektif bekerja mulai tanggal 14 Mei, dan semua pihak khusunya warga sepakat menjaga situasi yang kondusif.

Meskipun tuntutan warga oleh Perwakilan di Jakarta  dikabulkan dengan risalah rapat dan info itu sebagian sudah diterima para Korlap di Jalan Raya Siring, tetapi  aksi blokade warga tidak mudah dibubarkan, bahkan kereta api yang melintas di jalan raya Porong-pun juga di blokade.

Sekitar pukul 23.00, Pak Mulyadi Camat Porong menyodorkan HP-nya ke saya dan memberitahukan ada telpon dari Pak Adnas Kapolres Sidoarjo, beliau meminta agar saya membacakan risalah hasil rapat untuk didengarkan langsung oleh warga, maka malam itu melalui HP, saya bacakan seluruh isi risalah itu, dan wargapun merasa puas dengan hasil pertemuan itu dan mereka membubarkan diri. 




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)